Blog Inspirasi Digital

Blog Inspirasi Digital

Tutorial Mikrotik, Hotspot, Blog, SEO, WEB 2.0, HTML, CSS, Javascript dan Inspirasi Digital

Cara Melacak Sumber Game Lag Dan Browsing Lemot

Gimana Cara Melacak Sumber Game Lag Dan Browsing Lemot?

Step 1 -> Untuk awal, cobalah cek jaringan di-step ini dengan mem-ping atau cobalah bermain game menggunakan Access Point (AP) bawaan modem ISP, dari step ini harusnya sudah bisa di ketahui dari mana sumber game bermasalah, dengan asumsi ISP memang sedang bemasalah, jika baik-baik saja silahkan lanjut di step ke 2.

Step 2 -> Step 2 ini memastikan setingan mikrotik bener dan tidak bemasalah, cobalah bermain game di step ini, jika bermain game aman artinya step 1 dan step 2 aman dan jika ada masalah berarti dibagian ini dulu yang harus dibenahi terlebih dahulu.

Step 3
-> Step 3 memastikan jaringan di AP ini juga tidak bermasalah dengan game dan pada kenyataan dilapangan sebagai AP pusat jarang bemasalah, kecuali tidak di keroyok oleh beban AP Client yang terlalu banyak, jika memang di step 3 bermasalah berarti kita mau tidak mau harus mengganti AP pusat dan AP Cabang dengan yang lebih baik menyesuiakan kapasitasnya, pemeriksaan frekuensi, channel dan pointing dilapangan ini mungkin kalian lebih mengerti dari saya.

Step 4 -> step 4 ini biasanya menjadi biang keroyoknya, dimana kadang access point client di geber di atas batas kemampuan kapasitasnya, contoh menggunakan modem totolink atau modem zte yang hanya bisa bagus dan max tidak lebih dari 5-10 user tapi di geber hingga 15-20 user.

Maaf saya memang bukan pemain rtrwnet di lapangan, tapi beberapa customer yang saya setting kebanyakan hanya bermasalah di kemampuan AP Client dan selama memang setingan mikrotik bener dan ISP memang tidak bermasalah :)


Baca Selengkapnya →

Mengarahkan Ping ICMP Ke Routing ISP Games

Ada 3 ISP, 2 ISP di LB untuk keperluan browsing dan 1 ISP lagi khusus untuk jalur game, lalu kemana hasil replay ping (icmp) yang sebenarnya harus di pantau atau di tampilkan real ke client dari ke 3 ISP ini?

Anggap saja saat ini kita punya 3 ISP pisah jalur antara game dan browsing, 2 ISP pertama di load balancing khusus untuk jalur browsing dan satu lagi khusus jalur game, tanpa routing khusus, saat kita atau client kita melakukan ping dari pc atau handphone, router tentu akan langsung mengarahkan ping ke main routing dalam hal ini jalur browsing (utama) yang terpilih sebagai distance 1, logikanya untuk apa kita melakukan pengecekan ping jalur utama sedangkan ada prioritas lain yang lebih di utamakan ping-nya dalam hal ini untuk memantau jalur koneksi game, tentu saja saya lebih penyarankan untuk mengalihkan routing ping ke jalur game yang memang layak untuk di pantau keadaannya.

/ip route
add check-gateway=ping gateway=192.168.1.1 routing-mark=icmp distance=1
/ip firewall mangle
add action=mark-routing chain=prerouting in-interface=LAN new-routing-mark=icmp passthrough=no protocol=icmp distance=1

notes: silahkan ubah gateway=192.168.1.1 sesuai dengan ip gateway modem jalur game dan in-interface=LAN sesuai dengan ether local jaringan masing2.



Baca Selengkapnya →

Load balancing 100Mbps+100Mbps kok outputnya dibawah 100Mbps?

Saya sering menemukan kasus seperti ini di Load balancing, misalkan 100Mbps + 100Mbps tapi trafiknya yang keluar seperti stuck tertahan di 100Mbps saja, padahal semua setingan sudah dipastikan sesuai, dalam hal ini tidak ada yang salah.

Untuk masalah seperti ini kebanyakan hanya kekeliruan di perangkat keras saja dan ada baiknya kita memahami perangkat keras yang kita gunakan seperti switch, kabel, modem dan router apakah sudah sudah mendukung Gigabit Ethernet / 1Gbps atau hanya Megabit (Fast Ethernet) / 100Mbps.

Kebanyakan modem/router atau switch/hub untuk saat ini rata2 sudah mendukung Gigabit Ethernet, untuk memastikan perangkat atau kabel tidak bermasalah kita bisa memantaunya langsung di interface Mikrotik pada winbox, kebanyakan kesalahan yang saya temui ada di kabel LAN yang masih menggunakan Cat5, jika iya pastikan menggantinya dengan Cat5e atau diatasnya dan pastikan juga tidak ada masalah dengan crimping RJ45-nya.



Baca Selengkapnya →

Mengamankan Router Mikrotik dari Serangga: Semut, Kecoak, Laron

Mengamankan router tidak melulu berhubungan dengan masalah keamanan jaringan, sehebat apapun proteksi router anda tidak akan mampu melawan kekuatan alam, sebagai contoh serangan dari serangga seperti semut, kecoak dan laron, asalkan bukan tikus ya saya sendiri pusing dengan ulah tikus wkwkw

Mungkin beberapa tips ini bisa dicoba:

1. Memasukan kapur barus kedalam router atau jika menggunakan rak bisa juga letakan di dalam atau pojokan rak di belakang router.

2.Memagari router dengan kapur semut dan untuk kabel bisa di oleskan melingkar untuk menahan jadi jempatan semut

3.router yang menyala memang terasa hangat, tapi kadang suhu didalamnya juga bisa lembab dan membuat board jamuran, saya pernah disaranin temen untuk menggunakan pengawet makanan anti lembab seperti "silica gel", banyak di jual di toko online.

Saat ini cuman itu aja yang saya tahu tipsnya, semoga berguna :) 



Baca Selengkapnya →

Apakah sebelum "packet mark" harus ditandai menggunakan "connection mark" - Mangle Mikrotik

Connection Mark vs Packet Mark

Apakah sebelum "packet mark" harus ditandai menggunakan "connection mark" atau hanya cukup "packet mark" saja?

Saya banyak mendapati beberapa setingan semuanya menggunakan penandaan diawal dengan connection-mark dengan alasan menghemat kerja processor dan proses ram di router, alasan ini memang masuk akal tapi tidak sepenuhnya bener.

Pada kenyataanya tidak semua packet harus ditandai menggunakan connection mark, beberapa kasus dilapangan justru lebih optimal hanya dengan menggunakan packet mark saja. sebagai contoh kita tidak perlu membuat aturan khusus untuk menandai packet ICMP menggunakan connection mark karena cukup dengan packet mark saja router sebenarnya sudah mengerti berdasarkan protocol default yang telah di kita pilih, dalam kasus ini icmp.

Saya justru lebih banyak mengabaikan connection mark dalam mangle dan menggunakannya jika memang sangat di perlukan, karena jika semua koneksi harus saya tandai satu-satu dan justru ini juga yang akan memberatkan router, karena semua proses harus melewati connection tracking terlebih dahulu. saya pribadi connection mark lebih banyak digunakan hanya untuk menandai koneksi seperti pada layer7, port, address list dan load balancing.

Pada packet flow memang bener jika hanya packet mark yang digunakan, maka setiap paket yang melewati firewall diproses oleh setiap aturan sampai cocok. Jika connection mark yang digunakan, maka firewall membandingkan connection-mark yang ditetapkan dan hanya jika mereka cocok dengan paket akan diproses oleh aturan firewall.

Setiap paket hanya memiliki tiga penandaan yaitu connection-mark, packet mark dan routing mark. kita bebas saja menggunakannya semuanya dalam kombinasi apa pun. tapi semuanya harus melihat juga 'passthrough =no/yes' dalam parameter aturan firewall

kesimpulannya kita tidak harus menandai semua koneksi jika memang tidak di perlukan.

contoh di gambar adalah setingan saya yang lebih banyak menggunakan packet mark dari pada connetcion mark




Baca Selengkapnya →

Konsep Fail Over Dengan Recursive Gateway Pada Router Mikrotik

Fail Over Dengan Recursive Gateway adalah salah satu cara untuk melakukan check-gateway di luar jaringan modem atau diluar gateway ISP (NAP), contoh mudahnya ketika kita memiliki lebih dari 3 iSP dan salah ISP sedang bermasalah maka mikrotik tetap akan menanggapi bahwa status dari ISP itu tidak bermasalah atau baik2 saja, hal ini karena mikrotik hanya melakukan ping pada gateway terdekat yaitu modem, padahal pada kenyatannya ISP tersebut sedang down/rto.

Biar tidak salah menentukan apa saja yang harus setting pada Recursive Gateway pada Mikrotik:

1.Menentukan ip diluar jaringan yang bener2 jarang down seperti ip dns contohnya 1.1.1.1, 8.8.8.8, 9.9.9.9

2.Untuk melakukan Cek ke gateway sebaiknya tetap menggunakan ping.

3.Sebaiknya semua ISP utama atau ISP backup harus menggunakan recursive gateway, terlebih yang menggunakan load balancing

4.Distance untuk manipulasi Gateway utama tetap menggunakan nilai 1 karena fungsinya bukan sebagai fail over tapi sebagai check-gateway

5.Agar Fail Over bener2 bekerja seperti biasa kita tetap menentukan urutan dari Distance gateway utama (main) atau sebagai gateway cadangan (backup)

6. Yang membedakan Fail Over Dengan Recursive Gateway dengan fail over biasa adalah target-scope, agar router mampu melewai pengecekan jaringan disini saya menggunakan target-scope=30, untuk check-gateway ke IP yang ingin dipantau tetap gunakan target-scope=10

Kekurangan Fail Over Dengan Recursive Gateway:

- Karena tidak ada laporan khusus, kadang kita tidak mengetahui bahwa ada salah satu jalur dari ISP kita yang sedang bermasalah.

- Jika ip gateway sumber di luar modem bermasalah padahal koneksi dari ISP kita baik2 saja contoh ping ke 1.1.1.1 rto maka router tetap mengganggap koneksi ISP kita juga sedang bermasalah.

Note: Jika modem kita menggunakan bridge dari ISP dan mikrotik sebegai PPPOE Client berarti jangan gunakan Recursive Gateway.


Baca Selengkapnya →

 

Back to Top