Blog Inspirasi Digital

Blog Inspirasi Digital

Tutorial Mikrotik, Hotspot, Blog, SEO, WEB 2.0, HTML, CSS, Javascript dan Inspirasi Digital

Tips Mengurangi Beban CPU Router di Mikrotik

Tips mengurangi beban CPU Router agar kerja Router Mikrotik Lebih Optimal.

PCQ: dari semua queue type, PCQ yang paling membebani router, tips dari saya jangan memberikan limit di PCQ, lebih baik kosongkan saja dan penggantinya bisa menggunakan limit di simple queue.

Layer 7:
sudah jadi momok yang membebani cpu router sejak dulu tidak peduli semahal apapun routernya, sebaiknya digunakan jika memang terpaksa saja.

Firewall Mangle: hindari terlalu banyak menandai paket, paket yang penting untuk saat ini itu hanya diseputaran game, streaming, browsing dan download. selebihnya itu bumbu penyedap saja. solusinya lainnya jika memang harus menggunakan banyak mangle kita bisa bermain dengan custom chain untuk mengurangi beban router.

Firewall address-list: terlalu banyak ip sampah juga tidak baik, terlebih yang menggunakan ip dinamyc secara otomatis seperti blokir porno atau ip game, bayangkan setiap membuka satu koneksi, router berulang kali melalukan check ke puluhan ribu IP dalam waktu bersamaan

Simple Queue dan Queue Tree:
Jangan terlalu banyak melakukan limit di Queue terutama di queue treee, jika satu parent atau child queue bisa menghandle lebih dari satu paket mark itu akan lebih baik.



Routing: routing yang kompleks seperti contoh BGP, OSFP, IGMP Proxy tentu akan membebani router, pastikan kita memahami kemampuan spek router yang kita gunakan.

Firewall RAW dan Filter: menggunakan filter di RAW dan Filter cukup membebani router, hindari jika memang tidak terpaksa di gunakan. kita tidak perlu memasang anti virus, anti ddos atau apapun untuk di jaringan skala kecil, kecuali di perusahaan besar atau sekelas ISP yang memang butuh secure yang akurat.

PPP Client dan server: sebagai contoh pptp, l2tp, pppoe client banyak digunakan sebagai pilihan, masalahnya bukan di pppoe client yang terkoneksi, tapi apakah router kita mampu sebagai servernya, pastikan kita memahami kondisi router kita dulu sebelum menggunakannya.

Usermanager: userman salah satu momok yang sangat membebani router, saya lebih merekomendasikan menggunakan alternatif pengganti seperti, billing hotspot, theuserman, mikhmon, freeradius dll.

DNS: dns yang terlalu banyak menyimpan chace juga jadi masalah walapun tidak terlalu signifikan terhadap router, sebaiknya di flush aja setiap 1 hari atau seminggu sekali.

VLAN: vlan atau virtual lan juga salah satu fitur yang membebani router, jika memang tidak perlu sebaiknya di hindari memaksa satu interface dengan terlalu banyak VLAN.

Script dan Schedular: pastikan kita mengetahui script yang kita gunakan dan di panggil berulang-ulang untuk apa fungsinya, karena terlalu banyak script juga memaksa router bekerja lebih berat.

Proxy atau Web Proxy: Managemen proxy HIT dan MISS tidak peduli proxy internal ataupun external adalah salah satu yang membebani cpu router, sebaiknya di hindari jika memang tidak di gunakan untuk saat ini.

Load balancing PCC: LB PCC adalah satu metode load balancing yang populer digunakan, tapi dari semua jenis LB, PCC lah yang paling membebani router jika dibanding dengan NTH, ECMP atau static routing.

Bandwith: nah ini salah satu momok yang jarang disadari, bandwidth melebihi kemampuan kapasitas router juga tidak bisa disepelekan, salah satu contoh RB750 plastik tanpa fasttrack dilewati 100Mbps ya langsung hang, pastikan kita memahami router dan bandwidth yang akan digunakan.

Semua yang saya jelaskan diatas bukan berarti tidak boleh digunakan, tapi ada trik khusus dan pastikan kita mengerti solusinya, memahami kemampuan router dan mampu menganalisa dari permasalahan yang memberatkan cpu router agar kerja router lebih optimal :)


Baca Selengkapnya →

Hotspot Template Login Page Mikrotik Wayang Kulit

udah lama saya gak desain mikrotik template , kali ini saya share template login mikrotik bernuansa wayang kulit, cocok buat cafe dengan gaya classic :) silahkan download disini Passowrd: 1111



Baca Selengkapnya →

Ionic Framework: Slideshow Sederhana Pada Aplikasi Android


Tampilan slideshow sederhana pada aplikasi Android yang dibangun dengan Ionic Framework.

Tampilan slideshow akan menambah cantik halaman awal pada aplikasi (landing page) Android kita yang dibangun menggunakan Ionic Framework. Di sini saya tidak membahas bagaimana cara instalasi Ionic Framework dan library pendukungnya, silahkan rekan-rekan melakukan googling.

Pada pembuatan slideshow, kita bisa menggunakan library dari Ionic yaitu ion-slides (https://ionicframework.com/docs/api/slides).

Pada saat artikel ini dibuat, saya menggunakan Ionic versi 5.2.4, npm versi 6.9.0 dan nodejs versi 12.13.0.



Langsung saja, berikut langkah-langkahnya:

1. Buat lembar kerja baru berupa template kosong (blank), dengan mengetik pada terminal:

[code]
ionic start aplikasiSlides blank
[/code]

2. Buka berkas home.page.ts di dalam direktori aplikasiSlides/src/app/home, dan pastikan isinya seperti berikut:

[code]
import { Component } from '@angular/core';
import { IonSlides } from '@ionic/angular';

@Component({
  selector: 'app-home',
  templateUrl: 'home.page.html',
  styleUrls: ['home.page.scss'],
})
export class HomePage {
  imageContainer = [
    {name: 'slides1', url:"https://cdn.pixabay.com/photo/2017/02/20/18/03/cat-2083492_960_720.jpg", link:"https://pixabay.com/photos/cat-young-animal-curious-wildcat-2083492/" },
    {name: 'slidess2', url:"https://cdn.pixabay.com/photo/2015/11/16/14/43/cat-1045782_960_720.jpg", link:"https://pixabay.com/photos/cat-animal-cat-portrait-mackerel-1045782/"},
    {name: 'slides3', url:"https://cdn.pixabay.com/photo/2014/04/13/20/49/cat-323262_960_720.jpg", link:"#"}
];
   
slideOpts = {
  loop: true,
  effect: 'slide',
  speed: 100,
  slidesPerView: '1',
  paginationClickable: true,
  showNavButtons: false,
  autoplay: true, 
  autoplayDisableOnInteraction: false
};  
   
  constructor() {}
}
[/code]

3. Buka berkas home.page.html juga di dalam direktori aplikasiSlides/src/app/home, dan pastikan isinya seperti berikut:
[code]  
 <ion-header>  
  <ion-toolbar>  
   <ion-title>  
    Ionic Blank  
   </ion-title>  
  </ion-toolbar>  
 </ion-header>  
 <ion-content>  
  <div class="ion-padding">  
   <ion-slides *ngIf="imageContainer && imageContainer.length" pager="true" [options]="slideOpts">  
    <ion-slide *ngFor="let image of imageContainer" padding>  
     <a href="{{image.link}}"><img src="{{image.url}}" width="100%" height="426" text-center padding></a>  
    </ion-slide>  
   </ion-slides>  
  </div>  
 </ion-content>  
 [/code]  

4. Jalankan, dengan mengetik pada terminal:

[code]
ionic serve .
[/code]

5. Selesai.

Penulis: Aplikasi dan Jaringan
Chanel Youtube : Simple Tutorial

Baca Selengkapnya →

Alasan Saya Tidak Memberikan Hak Full Akses Admin di Mikrotik User List

Bulan ini saya menolak 5 customer hanya karena masalah hak full access admin di mikrotik. Masalah ini sebenarnya di lema buat saya pribadi, dikasih salah, gak dikasih juga salah. Mungkin selama ini para customer trauma karena banyak ketemu jasa setting yg tergolong ribet, memang ada beberapa sih sampai gak mau ngasih hanya untuk keperluan upload atau keperluan reset, saya juga tidak menyalahkan, itu tergantung kebijakan masing2, kalo saya pribadi, customer minta reset saat ini, saat itu juga saya bantu reset selama saya sedang OL depan PC, apa susahnya kalau cuman reset :D

Saya tidak pernah mengunci mikrotik untuk tujuan mempersulit, padahal customer bisa semaunya masuk router karena saya sudah memberikan hak access write, dan itu sebenarnya sudah semi admin, artinya tidak ada pembatas, customer bisa mengedit semaunya, hanya saja tidak bisa melakukan backup, itu saja bedanya..apa itu masih tidak cukup? jika tidak, ada sesuatu yang janggal berarti.


Dalam pemikiran saya customer sebenarnya hanya saya beri hak guna pakai script, bukan hak diberikan atau hak duplikasi apalagi disebar luaskan. Saya tidak memberikan full access admin sebenarnya hanya bertujuan menjaga script saya agar tidak disalahgunakan, hanya itu saja, tidak ada kepentingan lain. seandainya customer yang saya setting paham mikrotik cukup melihat aja harusnya sudah bisa menduplikasi tanpa harus bisa membackup segala.

Client saya lumayan banyak, bahkan customer yang saya setting hari ini, besok paling saya sudah lupa, jangan takut, saya tidak akan melakukan tindakan aneh2 atau membuat mikrotik error biar dapat duit tambahan, saya tidak selapar itu kok :D kalopun ada silahkan protes di komentar kita terbuka saja :D

ok cukup jelas ya, biar tidak salah paham nantinya di belakang :)

Jika berminat menggunakan jasa saya silahkan hub langsung di Jasa Setting Mikrotik

Baca Selengkapnya →

Lazarus IDE: Merubah huruf pada TLabel dengan TComboBox


Penulis: Aplikasi dan Jaringan
Chanel Youtube : Simple Tutorial

Kali ini kita akan membuat sebuah percobaan kecil, bagaimana huruf atau kalimat label milik TLabel di Lazarus IDE dapat kita rubah menggunakan daftar jenis huruf yang telah kita tambahkan didalam dropdown menu atau TComboBox secara "on the fly". Artinya kita tidak perlu untuk membongkar kode hanya untuk mengganti jenis huruf milik TLabel, cukup dengan menggantinya dari aplikasi.



Berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Buat sebuah project baru di Lazarus IDE.

2. Tambahkan sebuah TLabel komponen dan sebuah TComboBox komponen diatas Form1 sebagai lembar kerja. Sehingga otomatis masing-masing akan diberi nama ComboBox1 dan Label1.

3. Dari Object Inspector, pilih property milik TComboBox yang bernama ComboBox1 dan set propertiesnya "Read Only" dengan True. Dan dari Events milik ComboBox1, lakukan klik 2 kali atau dobel klik di area kosong sebelah kanan "OnChange" sehingga akan ditampilkan lembar source editor. Tambahkan kode kedalamnya :

[code]
Label1.Font.Name := ComboBox1.Items.Strings[(ComboBox1.Items.IndexOf(ComboBox1.Text))];
[/code]

Dimana dengan kode diatas, untuk merubah huruf di TLabel (Label1), kita memerlukan perubahan properties nama huruf (Font Name) milik Label1 yang didapat dari list atau daftar huruf di TComboBox (ComboBox1).

4. Dari Object Inspector kembali, pilih property Form1 (TForm), kemudian pilih Events dan lakukan dobel klik di area kosong sebelah kanan "OnCreate" sehingga kita akan kembali ke lembar source editor, lalu tambahkan kode kedalamnya :

[code]
ComboBox1.Items.AddStrings(Screen.Fonts);
[/code]

Dimana dengan kode diatas akan memuat semua huruf yang terdapat didalam operating system (OS), kedalam TComboBox (ComboBox1) yang mana setiap huruf akan berbeda antara Windows, Linux atau MacOS.

5. Selesai, tekan F9 atau klik menu Run untuk melihat hasil akhirnya.


Kode selengkapnya adalah sebagai berikut :

[code]
unit Unit1;

{$mode objfpc}{$H+}

interface

uses
Classes, SysUtils, FileUtil, LResources, Forms, Controls, Graphics, Dialogs,
StdCtrls;

type

{ TForm1 }

TForm1 = class(TForm)
ComboBox1: TComboBox;
Label1: TLabel;
procedure ComboBox1Change(Sender: TObject);
procedure FormCreate(Sender: TObject);
private
{ private declarations }
public
{ public declarations }
end;

var
Form1: TForm1;

implementation

{ TForm1 }

procedure TForm1.ComboBox1Change(Sender: TObject);
begin
Label1.Font.Name := ComboBox1.Items.Strings[(ComboBox1.Items.IndexOf(ComboBox1.Text))];
end;

procedure TForm1.FormCreate(Sender: TObject);
begin
ComboBox1.Items.AddStrings(Screen.Fonts);
end;

initialization
{$I unit1.lrs}

end.
[/code]

Baca Selengkapnya →

Mikrotik: Cara Mengurukan Port Game Dari Kecil ke Besar Dengan TextFixer

Yang sering terabaikan adalah urutan port dalam mangle mikrotik kadang berpengaruh juga pada performa kelancaran alur paket data, terlebih jika ada banyak Port Game didalamnya, Untuk mengurutkan banyak port sekaligus biar lebih rapi dari angka kecil ke paling besar bisa menggunakan tool online yang biasa saya gunakan TextFixer

Mangle mikrotik hanya membatasi 15 port per koma dalam satu baris, pastikan semua port terisi dulu baru dilanjutkan dibawahnya.



Baca Selengkapnya →

 

Back to Top