Blog Inspirasi Digital

Blog Inspirasi Digital

Tutorial Mikrotik, Hotspot, Blog, SEO, WEB 2.0, HTML, CSS, Javascript dan Inspirasi Digital

Solusi menghindari customer kabur setelah Mikrotik di Setting

Buat jasa setting ada beberapa trik yang bisa dicoba untuk menghidari customer nakal yang biasanya setelah di setting langsung kabur, masalah ini biasanya terjadi pada settingan via remote jarak jauh apalagi lintas pulau.

1.Jangan memberikan full atau write akses sebelum lunas pembayaran, pastikan hanya berikan read access apapun alasannya, kebanyakan berdalih untuk upload file atau ganti password, kalo saya pribadi saya hanya memberikan write access.

2.Reset otomatis router selama 30 hari melalui script scheduler untuk menghindari customer yang sengaja kabur, jika pembayaran sudah lunas script ini bisa dihapus.
/system reset-configuration
jangan lupa matikan fungsi write pada batasan user group fungsinya agar customer tidak bisa menghapus script ini.
/user group set write policy="local,telnet,ssh,reboot,read,test,winbox,!password,web,sniff,sensitive,api,romon,tikapp,!ftp,!write,!policy,!dude"

3.Sebelum disetting pastikan mengaktifkan IP CLOUD, ini cara lain masuk kedalam router selain menggunakan ip public atau vpn port forwarding, jangan lupa mengaktifkan DMZ pada modem agar router bisa diakses dari luar.
/ip cloud set ddns-enabled=yes
/ip cloud print
jangan lupa catat dns-name:
2f2c012xxxxxx.sn.mynetname.net

4.Protected Bootloader, ada fitur terpisah untuk mengunci router dari tombol reset dan juga reset pin-hole, dengan cara ini paling tidak routernya jadi barang rongsokan dan hanya kita yang punya wewenang untuk mereset router-nya.
https://wiki.mikrotik.com/wiki/Manual:RouterBOARD_settings

5. Pasang anti exploid, kadang customer juga tidak bego2 amat untuk membobol pasword, dulu saya pernah ditertawakan ketika sharing script anti exploid dan pada kenyataanya cara ini 100% berhasil
/ip firewall filter
add action=reject chain=input comment="PROTEKSI ROUTER" content=user.dat  reject-with=icmp-network-unreachable

6.Jangan meng-input password mikrotik melalui pc yang diremote jarak jauh saya pernah kebobolan password karena customer memasang keylogger :D

Mungkin cuman itu tips dari saya..sebenarnya masih banyak cara lain tapi saya lagi malas menulisnya karena point diatas saya rasa sudah cukup..
Sebenarnya cara terbaik adalah dengan bayar dulu baru di-setting, tapi namanya kita manusia kadang lupa pada kondisi dimana tidak semua orang baik diluar sana juga akan berlaku baik sama kita :)


Baca Selengkapnya →

Rahasia Responsive Web Design (RWD) dengan HTML5 dan CSS3

rwd Responsive Web Design (RWD) semakin populer sekitar pertengahan 2010 lalu, ini berawal dari sebuah artikel Design Web Responsive yang ditulis oleh Ethan Marcotte pada website alistapart.com. Pada artikel tersebut dia mengusulkan bagaimana sebuah desain web bisa menyesuaikan sendiri ukuran tampilan pada perangkat Mobile dan Desktop secara Fleksibel tanpa harus membuat dua desain untuk perangkat berbeda dengan konten yang isinya sama, dari permasalahan itulah maka lahirlah konsep Responsive Web Design yang lebih fleksibel dan bisa beradaptasi hampir disemua layar berbeda.

a list apart
"The control which designers know in the print medium, and often desire in the web medium, is simply a function of the limitation of the printed page. We should embrace the fact that the web doesn’t have the same constraints, and design for this flexibility. But first, we must 'accept the ebb and flow of things."
John Allsopp, “A Dao of Web Design
Jumlah pengguna perangkat mobile seperti Smartphone dan Tablet setiap hari semakin meningkat, mulai dari berbagai macam Netbook, BlackBerry, iPhone, iPad dan berbagai macam perangkat dengan sistem operasi Android sepertinya tidak akan ada habisnya. Sebelum adanya Responsive Web Design seperti saat ini jika memang harus mendesain dan menyesuaikan semua perangkat tersebut mungkin bagi saya pribadi adalah sesuatu yang konyol dan tampak bodoh, dan akan lebih baik buat saya hanya fokus pada desain yang hanya ditampilkan pada layar desktop saja.

Para pengembang web diluar sana tentu tidak tinggal diam untuk mengatasi masalah ini, maka lahirlah istilah Responsive Web Design dari hasil pengembangan pada fitur CSS terbaru yaitu CSS3 yang memiliki dukungan penuh untuk mengatasi berbagai resolusi pada layar dengan teknik terbaru yang diberi nama Media Queries.

Ada 3 unsur inti yang harus ada pada Responsive Web Design agar bisa bekerja dengan baik, yaitu pada Flexible Grids, Fluid Images dan Media queries. Dari ketiga unsur tersebut diharafkan sebuah desain nantinya bisa beradaptasi pada berbagai layar berbeda, tidak peduli beberapapun banyaknya perangkat yang ada, dengan Responsive Web Design semua bisa dikontrol hanya dalam satu desain saja.

responsive web design


Bekerja Dengan Flexible Grid / Flexible Layout
Pilar dari Responsive Web Design sebenarnya terletak dari Fleksibelitas Grid itu sendiri , jika kalian bingung dengan istilah Grid kita bisa menggunakan alternatif lain dengan istilah yang lebih mudah yaitu Flexible Layout / Template. Sebelum Desain Web Responsif populer seperti sekarang ini dulunya para Web Programmer terpaku dengan layar desktop dengan lebar desain yang tetap dan cenderung pada desain terpusat. Jika dulu biasanya para web desainer lebih banyak menggunakan satuan px (pixel) untuk ukuran Layout dan Text namun untuk Desain Responsif saat ini para pengembang lebih banyak mengunakan satuan % (percent) sebagai penggantinya, ini dimaksudkan agar desain pada Layout tidak tampak kaku dan bisa Flexible ketika ditampilkan pada resolusi layar yang berbeda.

Kalian mungkin berencanan untuk mengganti desain lama dengan desain yang lebih Responsive, sebaiknya urungkan saja niat tersebut karena desain yang lama masih bisa kok dibuat Responsive yang penting asal mengerti saja rahasianya :). Perlu diketahui bahwa Desain Responsif hanyalah bermain-main dengan CSS, jadi bagaimanapun bentuk template yang sekarang kalian gunakan semuanya bisa dibuat Responsive hanya dengan hitungan jam saja, gak percaya? buktikan saja :)

Formula perhitungan sederhana pada Flexible Grid
Desain yang belum Responive biasanya lebih banyak menggunakan satuan px seperti dalam contoh CSS dibawah ini:
.sidebar{
width:300px;
}
.content{
width:700px;
}
.wrap{
width:1024px;
}

Diatas lebar Grid utama adalah dalam reolusi width:1024px dan untuk sidebar width:300px dan content width:700px. Disini saya coba jelaskan formula dan kalkulasi sederhana dalam mengkonversi nilai px (pixel) agar bisa diganti dengan satuan % (percent)
target / context = result
300px / 1024px = width: 29.296875%; /* 300 (originally 300) / 1024 */
700px / 1024px = width: 68.359375%; /* 700 (originally 700) / 1024 */
Dari hasil kalkulasi diatas maka bisa didapatkan nilai percent dalam koding CSS seperti dibawah ini
.sidebar{
width:29.29%;
}
.content{
width:68.35%;
}
.wrap{
width:1024px;
}

Formula diatas sebenarnya bisa juga digunakan untuk menghitung ukuran text (font size), Katakanlah konteks normal untuk ukuran font dalam body adalah 16 piksel. Jika kalian ingin menetapkan bahwa H1 harus 24 pixel, maka kalian bisa mengganti dengan satuan em dengan cara menghitungnya sebagai berikut:
24px / 16px = 1,5em
Dengan gaya CSS akan didapat koding seperti ini:
h1 {
font-size: 1.5em;
}

Sebenarnya ada juga cara yang lebih mudah untuk menghitung formula diatas yaitu dengan menggunakan Responsive Web Design Calculator, kalian bisa langsung sambangi alamatnya disini


Bekerja Dengan Media Queries
CSS Media Query adalah salah satu fitur dalam CSS3 yang memungkinkan kalian untuk menentukan kapan aturan CSS tertentu harus diterapkan. Hal ini memungkinkan untuk menerapkan CSS khusus untuk perangkat Mobile. Media queries bisa dikatakan otak dari Design Web Responsive karena diarea inilah kita memiliki kontrol penuh terhadap Design Responsive Template kita nantinya.

Ada 3 cara untuk pemanggilan media queries:
1. Menggunakan @import untuk mengimport aturan Style dari Style Sheet lainnya.
@import url(style768min.css) screen and (min-width: 768px);

2. Pemanggilan Style Sheet secara langsung dalam koding HTML dan biasanya ini pendekatan paling umum yang paling banyak digunakan pengembang saat ini.
@media screen and (max-width:768px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (max-width:320px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (max-width:240px){
/* CSS styles */
}

Dalam rancangan media queries max-width sebaiknya penempatan kode akan lebih baik dari resolusi besar ke resolusi yang lebih kecil atau kalian bisa juga menggunakan media queries min-width, dengan catatan menggunakan queries ini urutannya dari resolusi kecil ke resolusi yang lebih besar. Hal ini disarankan agar kalian lebih mudah merancang queries berdasarkan urutan resolusi layar.
@media screen and (min-width:240px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (min-width:320px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (min-width:768px){
/* CSS styles */
}

3. Pemanggilan melalui link untuk Style Sheet secara terpisah.
<link rel="stylesheet" type="text/css" media="screen and (max-device-width: 768px)" href="style768.css" />

Dari ketiga memanggilan media queries diatas mana yang lebih baik? menurut saya pribadi, saya tentu memilih yang no.2, selain gak ribet biasanya koding dalam Style Sheet juga tidak terlalu banyak dan bisa dikatakan hanya beberapa baris saja.


Menggunakan meta tag viewport
Dalam Design Web Responsive Meta Tag Viewport peranannya sangat penting karena meta tag ini berguna untuk mengontrol tata letak pada Browser Mobile. Saat pengguna mengakses blog kalian melalui Browser Desktop Meta Tag ini tidak memiliki pengaruh sama sekali tetapi cerita akan berbeda saat mereka mengakses blog kalian via Mobile Browser. Dibawah ini merupakan meta tag viewport yang paling sering digunakan.
<meta content='width=device-width, initial-scale=1, maximum-scale=1' name='viewport'/>

Without Viewport
Contoh tampilan Facebook tanpa Viewport

With viewport
Contoh Tampilan Facebook dengan Viewport

Desain web yang tidak menggunakan skala yang ditentukan akan terlihat berantakan jika diakses pada versi mobile untuk itulah kita perlu menambahkan meta ini. Untuk lebih jelas pada bahasan Meta Tag viewport coba sambangi aja disini.

Agar lebih mudah kalian untuk memahaminya kalian bisa melihat contoh sederhana penerapan viewport dan media queries. Dicontoh ini saya menggunakan versi HTML5.
<!DOCTYPE html>
<HTML>
<head>
<meta charset='utf-8'/>
<meta content='width=device-width, initial-scale=1, maximum-scale=1' name='viewport'/>
<style type='text/css'>
/* ==== CSS UTAMA DISINI =====*/
body {
........
}
/* ==== RESPONSIVE DENGAN MEDIA QUERIES =====*/
@media screen and (max-width: 3000px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (max-width: 1300px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (max-width: 1024px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (max-width: 992px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (max-width:880px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (max-width:768px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (max-width:600px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (max-width:480px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (max-width:320px){
/* CSS styles */
}
@media screen and (max-width:240px){
/* CSS styles */
}
</style>
</head>
</body>
....
</body>
</HTML>

Kenapa saya hampir semua menggunakan resolusi pada layar? jawabannya cukup simple, bukankah kita ingin desain template kita bisa tampil sempurna, jadi kenapa harus tanggung-tanggung dengan hanya menentukan beberapa resolusi saja dan kenapa harus membatasinya jika bisa dilakukan sekaligus! bekerja satu kali tentu lebih baik dari pada berulang-ulang dengan desain yang sama :)

Saat yang tepat menentukan resolusi responsive Web Desain pada perangkat Mobile

Resolusi yang paling tepat saat pengguna mengakses dengan perangkat mobile biasanya pada resolusi 768px . Saya pribadi memiliki kontrol penuh saat berada diresolusi ini, perubahan yang terlihat jelas terutama pada desain menu yang langsung mengecil dengan gaya DropDown ketika User mencoba mengecilkan lebar layar dibrowser dan ini sama halnya ketika user mengakses dengan perangkat Mobile.


Responsive Menu Navigation
Responsive Menu Navigation merupakan salah satu Responsive Web Design yang paling menonjol yang pertama kali terlihat, perubahan ini jelas begitu nyata ketika pengguna beralih dari versi dekstop ke versi mobile. Banyak cara sebenarnya untuk merubah tampilan menu ini, mulai hanya dari kontrol CSS sederhana sampai dengan menu yang sangat komplek menggunakan Jquery.

responsive menu

Membuat Responsive Menu Navigasi dengan CSS tanpa Javascript.


Untuk melihat contoh nyata hasil dari Responsif Menu Navigasi diatas silahkan coba dengan mengecilkan lebar layar browser kalian.

Membuat menu navigasi sederhana dan responsive seperti diatas sangatlah mudah, kalian bisa menggunakan CSS dibawah ini:
/* -- Menu Navigation -- */
.menu {
width:100%;
}
#nav {
font-weight:bold;
background-color:#FFC40D
}
#nav ul {
height:auto;
margin:0;
padding:0
}
#nav li {
list-style:none;
display: inline-block;
margin:0;
padding:0
}
#nav li a {
display:block;
line-height:30px;
text-decoration:none;
color:white;
padding:0 15px
}
#nav li a:hover {
color:black
}

Cara memanggil kode CSS diatas sebagai berikut:
<div class="menu">
<nav id='nav'>
<ul>
<li><a href='#'>Home</a></li>
<li><a href='#'>About</a></li>
<li><a href='#'>Help</a></li>
<li><a href='#'>Forum</a></li>
</ul>
</nav>
</div>

Jika menu responsif diatas terlalu sederhana dan sangat tidak menarik saya coba merujuk ke tutorial lain diluar sana yang lebih komplit bahasannya. Silakan sambangi langsung 15 link responsive menu terbaik yang saya temukan dilink ini: Sidr, Navgoco, FlexNavSmartMenus, jQuery Menu Aim, Side Toggle Menu, JQuery slimMenu, PanelMenu, Flaunt.js, Naver, TinyNav.js, Responsive-Menu, HorizontalNav, jQuery.mmenu, MeanMenu



Responsive ADSENSE
Awal Agustus 2013 kemaren Google Adsense resmi memberikan support untuk dukungan iklan dengan Style Responsive. Untuk saat ini memang masih dalam tahap versi Beta dan menurut saya pribadi masih banyak kekurangan dimana iklan yang ditampilkan harus sesuai dengan ukuran Pixel yang sudah kita tetapkan sebelumnya. Responsive Adsense tidak mengalir dan menggulung seperti Responsive yang telihat pada gambar dan video, misalkan kita ingin menampilkan iklan dalam media queries max-width:350px berarti kita harus menentukan iklan yang memang mendukung dan sesuai dengan resolusi ini, misalnya pada ads unit 250x250 atau 320x50. Perlu diperhatikan dalam mencoba beberapa desain iklan kalian harus mengecilkan browser secara manual sesuai dengan resolusi yang sudah ditetapkan dan jangan lupa untuk melakukan refresh pada browser untuk melihat tampilan iklan. Contoh dibawah ini merupakan standar Source Code adsense dalam mode responsive, seperti milik saya dibawah ini:
<style>
.oom-responsive { width: 320px; height: 50px; }
@media(min-width: 500px) { .oom-responsive { width: 468px; height: 60px; } }
@media(min-width: 800px) { .oom-responsive { width: 728px; height: 90px; } }
</style>
<script async src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- OOM-RESPONSIVE -->
<ins class="adsbygoogle oom-responsive"
     style="display:inline-block"
     data-ad-client="ca-pub-xxxx"
     data-ad-slot="yyyy"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Bagaimana cara untuk memodifikasi agar tampilan Responsive Adsense bisa sesuai dengan Desain responsive milik kalian? mudah saja, kita tinggal memodifikasi CSS dan menentukan diresolusi mana iklan yang ingin ditampilkan sesuai size-nya dalam media queries dan dibawah ini adalah contoh CSS editan milik saya:
<style>
@media(min-width: 240px) { .oom-responsive { width: 234px; height: 60px; } }
@media(min-width: 320px) { .oom-responsive { width: 250px; height: 250px; } }
@media(min-width: 480px) { .oom-responsive { width: 468px; height: 60px; } }
@media(min-width: 768px) { .oom-responsive { width: 728px; height: 90px; } }
@media(min-width: 1024px) { .oom-responsive { width: 468px; height: 60px; } }
@media(min-width: 1216px) { .oom-responsive { width: 728px; height: 90px; } }
</style>
<div style="text-align:center">
<script async src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- OOM-RESPONSIVE -->
<ins class="adsbygoogle oom-responsive"
     style="display:inline-block"
     data-ad-client="ca-pub-xxxx"
     data-ad-slot="yyyy"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
</div>

Ingat! untuk .oom-responsive itu adalah nama adsense unit milik saya, silahkan ganti dengan milik kalian masing-masing :)


Responsive Image / Gambar
Gambar (image) dengan menggunakan satuan em dan px misalkan width:400px dan height:500px tidak akan bekerja baik dengan Responsive Web Design, langkah termudah adalah dengan mengganti satuannya menjadi % contoh: width:100% dan height:100%. Tapi yang harus diingat tidak semua gambar harus menggunakan % kalian bisa menggunakan alternatif auto sebagai gantinya. Agar gambar tidak keluar dari unit induknya kalian bisa menggunakan max-width:100% cara ini digunakan agar ukuran gambar bisa menyesuaikan sendiri secara proporsional. Prinsip ini juga berlaku untuk iframe, objects dan video.
img{
max-width:100%
}

Atau untuk menampilkan ukuran gambar sesuai size aslinya kalian bisa menggunakan kode ini:
img{
height:auto;
width:auto;
max-width:100%
}

beautiful mountains Contoh responsive gambar, silahkan coba dengan mengecilkan lebar jendela browser.



Responsive Video, Iframe, Embed dan Object
Untuk video, iframe, embed dan object pada intinya hampir sama caranya dengan responsive pada gambar yaitu tetap memberi satuan %. Saat ini embed video yang paling banyak digunakan adalah Youtube, namun terlepas dari youtube ada juga yang menanam langsung pada Self Hosting dan biasanya untuk pemanggilannya mengunakan tag <video>. dibawah ini merupakan contoh embed code yang paling banyak digunakan:
<video width="500" height="400" src="..."></video>
<iframe width="500" height="400" src="..."></iframe>
<object width="500" height="400" src="..."></object>
<embed width="500" height="400"  src="..."></embed>

Membuat responsive pada video dalam iframe sangatlah mudah, seperti menangani responsive pada gambar kita tinggal mengontrolnya langsung melalui koding CSS. Dibawah ini merupakan contoh koding CSS untuk penampilkan video dalam ukuran penuh sesuai dengan ukuran lebar div diblog saya saat ini dan kalian bisa saja menyesuaikan sendiri kodingnya sesuai dengan kebutuhan :)
.ResponsiveWrapper {
 position: relative;
 padding-bottom: 56.25%; /* 16:9 */
 padding-top: 25px;
 height: 0;
}
.ResponsiveWrapper iframe, video, object, embed {
 position: absolute;
 top: 0;
 left: 0;
 width: 100%;
 height: 100%;
}

Contoh penerapan kontrol koding pada iframe pada embed video VIMEO
<div class="ResponsiveWrapper">
<iframe src="//player.vimeo.com/video/64208870" width="500" height="281"></iframe>
</div>


Contoh penerapan kontrol koding pada iframe pada embed video YOUTUBE
<div class="ResponsiveWrapper">
<iframe height="480" src="http://www.youtube.com/embed/m5_AKjDdqaU?rel=0&hd=1" width="700"></iframe>
</div>




Responsive Tag Heading dan Responsive Font Size
Mengontrol Responsive Font size dalam elemen Heading mulai tag h1, h2, h3, h4, h5 dan h6 sangatlah mudah, ada 2 cara yang akan saya jelaskan setelah ini. Seperti yang kita ketahui sebelum desain responsive mewabah biasanya kita terpaku dalam satuan px, em, pt dan % dan cenderung menentukan satuan yang tetap dan sebenarnya itu tidak menjadi masalah, dalam melakukan responsive font size ukuran yang mana yang kalian pilih sebenarnya sama saja namun untuk tag heading saya menyarankan sebaiknya menggunakan satuan em, pt atau % dan cara terbaik untuk menangani masalah ini adalah dengan menanam langsung dalam media queries. Sebagai contoh CSS dibawah ini dalam media queries dengan resolusi layar max-width:768px adalah nilai dari font size milik saya saat ini dan kalian bisa mengubah sendiri nilai tersebut termasuk juga satuannya.
@media screen and (max-width:768px){
h1 {font-size:2em}
h2 {font-size:1.8em}
h3 {font-size:1.7em}
h4 {font-size:1.6em}
h5 {font-size:1.5em}
h6 {font-size:1.4em}
}

Sebenarnya ada juga penerapan Responsive Font Size terbaru yaitu dengan satuan vw, vh, vmin dan vmax menggunakan fitur dari CSS3 namun saya sendiri tidak menggunakannya karena beberapa browser lama tentu saja tidak support dengan satuan ini. Satuan terbaru dalam CSS3 ini bekerja secara otomatis ketika user mencoba mengecilkan dan melebarkan resolusi layar.
h1 {font-size: 5.9vw;}
h2 {font-size: 3.0vh;}
p {font-size: 2vmin;}

dimana rincianya sebagai berikut:

1vw = 1% of viewport width
1vh = 1% of viewport height
1vmin = 1vw or 1vh, whichever is smaller
1vmax = 1vw or 1vh, whichever is larger


Agar Media Queries Support pada Browser IE

Saat ini saya sudah mencoba tampilan Responsive blog ini di beberapa browser terbaru seperti Firefox, Opera, Safari, Chrome bahkan sampai dengan browser Baidu di android saya dan semua bekerja dengan baik namun tidak demikian dengan Internet Explorer (IE) yang tidak support Media Queries tapi sekali lagi itu tidak masalah karena kita masih bisa menggunakan script dibawah ini untuk menyelesaikan masalah tersebut.
<!--[if lt IE 9]>
<script src="http://css3-mediaqueries-js.googlecode.com/svn/trunk/css3-mediaqueries.js"></script>
<![endif]-->

Kalian bisa menambahkan script diatas dibawah elemen tag <head>


Contoh Responsive Web Design dengan HTML5
Ok! saya rasa kalian paling tidak sudah mengerti beberapa tehnik Responsive Web Design pada penjelasan diatas, kini saatnya kita mencoba dalam praktek secara langsung. Disini saya coba memberikan contoh sederhana dimana pada tampilan awal desktop yang jika diperkecil akan bergulir secara proporsional jika ditampilkan pada perangkat mobile dengan resolusi 768px.



Langkah yang pertama kita mencoba merancang struktur desain dengan CSS:
/* -- Flexible Grid / Layout -- */
*{ 
margin:0;
padding:0; 
}
body {
background-color:#000;
color:#fff;
}
#wrap{
width:1024px;
background-color:#333;
margin:0 auto;
padding:10px;
}
.header{
height:150px; 
width:auto;
background-color:#0069B6;
margin-bottom:1px;
}
.main-wrap{
background-color:#770DB7;
}     
.content{
float:left;
width:68.35%;
background-color:#770DB7;
margin-bottom:1px;
}
.sidebar{
overflow:hidden;
float:right;
width:29.29%;
background-color:#54A743;
}
.footer{
clear:both;
height:150px;
background-color:#D95445;
width:auto;
}
/* -- Menu Navigation -- */
.menu {
width:100%;
margin-bottom:1px
}
#nav {
font-weight:bold;
background-color:#FFC40D
}
#nav ul {
height:auto;
margin:0;
padding:0
}
#nav li {
list-style:none;
display: inline-block;
margin:0;
padding:0
}
#nav li a {
display:block;
line-height:30px;
text-decoration:none;
color:white;
padding:0 15px
}
#nav li a:hover {
color:black
}

Langkah yang kedua adalah karena teknik ini flexible sesuai resolusi jadi kita harus menentukan kondisi layout dari resolusi dengan menggunakan CSS media queries
/* -- RESPONSIVE DENGAN MEDIA QUERIES -- */
@media screen and (max-width: 1024px){
/* CSS styles */
#wrap{
width:90%;
}
}
@media screen and (max-width:768px){
/* CSS styles */
.sidebar, .content{
float:none;
display:block;
width:auto;
}
}

Langkah ketiga mari kita membuat struktur HTML dasar. Seperti yang kalian lihat desain layout atau template ini terdiri dari enam blok yaitu Wrapper, Header, Menu, Content, Sidebar dan Footer.
<div id="wrap">
<div class="header">
<h1>Header</h1>
</div>
<div class="menu">
<nav id='nav'>
<ul>
<li><a href='/'>Home</a></li>
<li><a href='/'>About</a></li>
<li><a href='/'>Help</a></li>
<li><a href='/'>Forum</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="content"> 
<h2>Content</h2>
<p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Morbi aliquet euismod nulla. Maecenas facilisis consectetuer purus. Nulla vestibulum molestie elit. Pellentesque pellentesque. Donec congue tempus velit. Sed aliquet risus ut sem. Vivamus et diam eu dui tincidunt viverra. Mauris malesuada pede nec justo. Nulla pulvinar. Pellentesque tincidunt nisi sit amet odio.</p>
<p>Nunc adipiscing venenatis lorem. Sed sit amet tortor vel enim lacinia mattis. Aliquam dapibus rhoncus turpis. Etiam tincidunt quam ut urna. Aenean vel tellus. Morbi risus. Vestibulum ut nunc. Praesent orci. Curabitur pharetra, quam ut euismod tempor, augue ligula convallis massa, ut dictum arcu augue in tellus. Donec condimentum mi a magna. In velit. Curabitur accumsan mattis ante.</p>
</div>
<div class="sidebar">
<h2>Sidebar</h2>
<p>Nunc adipiscing venenatis lorem. Sed sit amet tortor vel enim lacinia mattis. Aliquam dapibus rhoncus turpis. Etiam tincidunt quam ut urna. Aenean vel tellus. Morbi risus. Vestibulum ut nunc. Praesent orci. Curabitur pharetra, quam ut euismod tempor, augue ligula convallis massa, ut dictum arcu augue in tellus. Donec condimentum mi a magna. In velit. Curabitur accumsan mattis ante.</p>
</div>
<div class="footer">
<h2>Footer</h2>
</div>
</div>

Jika dituliskan secara lengkap dalam HTML5 kalian bisa mempelajari contoh koding dibawah ini:
<!DOCTYPE html>
<HTML>
<head>
<meta charset='utf-8'/>
<meta content='width=device-width, initial-scale=1, maximum-scale=1' name='viewport'/>
<title>Belajar Responsive Web Design (RWD)</title>
<style type='text/css'>
/* -- CSS UTAMA DISINI -- */
*{ margin:0;padding:0; }
body {
background-color:#000;
color:#fff;
}
/* -- Flexible Grid / Layout -- */
#wrap{
width:1024px;
background-color:#333;
margin:0 auto;
padding:10px;
}
.header{
height:150px; 
width:auto;
background-color:#0069B6;
margin-bottom:1px;
}
.main-wrap{
background-color:#770DB7;
}     
.content{
float:left;
width:68.35%;
background-color:#770DB7;
margin-bottom:1px;
}
.sidebar{
overflow:hidden;
float:right;
width:29.29%;
background-color:#54A743;
}
.footer{
clear:both;
height:150px;
background-color:#D95445;
width:auto;
}
/* -- Menu Navigation -- */
.menu {
width:100%;
margin-bottom:1px
}
#nav {
font-weight:bold;
background-color:#FFC40D
}
#nav ul {
height:auto;
margin:0;
padding:0
}
#nav li {
list-style:none;
display: inline-block;
margin:0;
padding:0
}
#nav li a {
display:block;
line-height:30px;
text-decoration:none;
color:white;
padding:0 15px
}
#nav li a:hover {
color:black
}
/* -- RESPONSIVE DENGAN MEDIA QUERIES -- */
@media screen and (max-width: 1024px){
/* CSS styles */
#wrap{
width:90%;
}
}
@media screen and (max-width:768px){
/* CSS styles */
.sidebar, .content{
float:none;
display:block;
width:auto;
}
}
</style>
</head>
<body>
<div id="wrap">
<div class="header">
<h1>Header</h1>
</div>
<div class="menu">
<nav id='nav'>
<ul>
<li><a href='/'>Home</a></li>
<li><a href='/'>About</a></li>
<li><a href='/'>Help</a></li>
<li><a href='/'>Forum</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="content"> 
<h2>Content</h2>
<p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Morbi aliquet euismod nulla. Maecenas facilisis consectetuer purus. Nulla vestibulum molestie elit. Pellentesque pellentesque. Donec congue tempus velit. Sed aliquet risus ut sem. Vivamus et diam eu dui tincidunt viverra. Mauris malesuada pede nec justo. Nulla pulvinar. Pellentesque tincidunt nisi sit amet odio.</p>
<p>Nunc adipiscing venenatis lorem. Sed sit amet tortor vel enim lacinia mattis. Aliquam dapibus rhoncus turpis. Etiam tincidunt quam ut urna. Aenean vel tellus. Morbi risus. Vestibulum ut nunc. Praesent orci. Curabitur pharetra, quam ut euismod tempor, augue ligula convallis massa, ut dictum arcu augue in tellus. Donec condimentum mi a magna. In velit. Curabitur accumsan mattis ante.</p>
</div>
<div class="sidebar">
<h2>Sidebar</h2>
<p>Nunc adipiscing venenatis lorem. Sed sit amet tortor vel enim lacinia mattis. Aliquam dapibus rhoncus turpis. Etiam tincidunt quam ut urna. Aenean vel tellus. Morbi risus. Vestibulum ut nunc. Praesent orci. Curabitur pharetra, quam ut euismod tempor, augue ligula convallis massa, ut dictum arcu augue in tellus. Donec condimentum mi a magna. In velit. Curabitur accumsan mattis ante.</p>
</div>
<div class="footer">
<h2>Footer</h2>
</div>
</div>
</body>
</HTML>


Responsive Web Design Testing Tools
Dengan mengecilkan lebar browser itu sebenarnya salah satu cara termudah melihat cara kerja Resvonsive Web Design, Namun kita akan kesulitan melihat tata letak ukuran dan berapa resolusi lebar layar saat itu, Alternatif lainnya bisa menggunakan 4 tools yang sering saya gunakan seperti dibawah ini:
1. responsivepx.com
2. ami.responsivedesign.is
3. Dimensions
4. Responsive mobile view

Tools untuk testing desain responsive pada browser mulai dari yang online sampai Add-Ons Firefox dan Chrome Web Store banyak sekali, namun tidak ada yang lebih baik selain mencobanya langsung pada perangkat mobile.

Membuat Responsive Web Design sebenarnya sama mudahnya dengan mendesain web atau blog seperti biasa, disini yang dibutuhkan hanyalah kejelian kalian dalam merancangnya. Dengan melakukan uji coba secara berkala saya yakin kalian bisa mendapatkan hasil yang maksimal, karena serumit apapun struktur HTML sampai HTML5 pada intinya hanya focus pada 6 bagian saja yaitu Wrapper, Header, Menu, Content, Sidebar dan Footer.

Semoga tutorial ini bisa memudahkan kalian merancang sendiri dan belajar cara Responsive Web Design valid HTML5 dan CSS3 yang lebih Professional :)

Baca Selengkapnya →

Penyebab main Game Online lag dan freeze

Beberapa kendala diluar setingan Mikrotik yang sering mengganggu koneksi saat bermain Game Online:

1. Matikan atau Turn Off Windows Firewall, security message termasuk windows update, antivirus protection dll

2. Matikan Service windows yang gak perlu, teknisi yang bukan abal2 pasti paham.

3. Jangan bermain game menggunakan pihak ketiga seperti vpn dan proxy di desktop karena ini sudah di luar setingan mikrotik.

4. Untuk server yang make antivirus pastikan drive atau folder game masuk whitelist atau exlusions agar tidak perlu di scan antivirus dan lolos dari firewall mereka.

5. Sebaiknya Pastikan setingan DNS di windows mengarah ke router contoh mikrotik dengan gateway 192.168.1.1 dan sebaiknya setting IP dns juga sama dengan gateway.

6. Fitur File sharing matikan saja, ini cukup mengganggu koneksi local, terlebih yang masih pake kabel cat 5, efeknya game akan berasa lag dan berat karena beban trafik di local jaringan.

7. Jangan menggunakan tool multiple ping ini sama kita menyerang router mikrotik sendiri sebagai flood icmp/ping

8. Pastikan server diskless bener2 tidak ada masalah terutama kemampuan pehaman teknisi disetingan, selain itu cek juga kemampuan hardware pendukungnya, biasanya kendala di cache atau write back yang mulai lemah dan bermasalah sesuai lama masa pakainya.

9. Pastikan juga kelayakan PC client, jangan memaksa memainkan game di luar batas kemampuan speknya..pedih emang kalo yang ini :D

10. CCTV, jika memang tidak di perlukan jangan mendisplay secara terus menerus dan seperlunya saja, karena jaringan cctv cukup mengganggu jaringan local.

11. Saran untuk teknisi sebelum windows atau image diskless di distribusikan ke client tidak ada salahnya sekali lagi untuk merilis ulang ethernet biar bener2 fresh, caranya...

Buka cmd

Klik kanan, dan jalankan sebagai Administrator.

Ketik netsh int ip reset di Command Prompt. [Tekan [Enter]

Ketik netsh winsock reset di Command Prompt. [Tekan [Enter]

Ketik ipconfig /flushdns di Command Prompt. [Tekan [Enter]

Semoga bermanfaat dan tidak selalu menyalahkan setingan mikrotik :D


Baca Selengkapnya →

Daftar Port Game Online, Game Mobile, Game Web, Game Facebook

Agar bisa bermain game online dengan lancar kita biasanya membutuhkan koneksi yang stabil, untuk menghindari Lag pada game online kita sebaiknya harus memisahkan trafik antara Game Online dan browsing. Dibawah ini saya informasikan beberapa Port Game Online yang bisa digunakan untuk memisahkan trafik brosing dan game agar tidak saling berebut, kalian bisa menggunakan mikrotik sebagai manajemen bandwidth-nya.




PORT FORWARDING GAME ONLINE
==============================================

Port forward Game: Origin APEX Legends
TCP: 9960-9969,1024-1124,3216,18000,18120,18060,27900,28910,29900
UDP: 1024-1124,18000,29900,37000-40000

Port forward Game: PUBG PLAYERUNKNOWN’S BATTLEGROUNDS
UDP : 7080-8000

Port forward Game: ROE Ring of Elysium
TCP : 9002,10000-10015

Port forward Game: RULES OF SURVIVAL
UDP : 24000-24100

Port forward Game: FORTNITE EPICGAMES
Udp : 9000-9100

Counter-Strike: Global Offensive - Steam
TCP: 27015-27030,27036-27037
UDP: 4380,27000-27031,27036

Counter-Strike: Global Offensive - Xbox 360
TCP: 3074
UDP: 88,3074

Counter-Strike: Global Offensive - Playstation 3
TCP: 3478-3480,5223,8080
UDP: 3074,3478-3479,3658

Port forward Game: Atlantica Port Game:
TCP : 4300

Port forward Game: Aura Kingdom Port Game:
TCP :5540-5580

Port forward Game: Ayodance Port Game:
TCP : 18900-18910

Port forward Game: World in Ayodance Port Game:
TCP : 52510,53100-53110,54100,55100

Port forward Game: Blackretribution Steam Port Game:
UDP : 7020-7050,8200-8220,9000-9020

Port forward Game: Bounty Hound Port Game:
TCP : 9810-9860

Port forward Game: Clash of God Port Game:
TCP : 9430-9450,5220-5230

Port forward Game: Cabal Indonesia Port Game:
TCP : 63000-64000,38101,38110-38130

Port forward Game: Cabal Extreme Private Port Game:
TCP : 60170-60180,63000-64000,38101,38110-38600

Port forward Game: Cross Fire indonesia Port Game:
TCP : 10009,13008,16666,28012
UDP : 12020-12080,13000-13080

Port forward Game: Dragon Nest Indo Port Game:
TCP : 14300-15512
UDP : 15000-15500

Port forward Game: Dragona Port Game:
TCP : 10000-10030

----------------------------------------------------------------------------------------
Port forward Game: Dota 2 Steam Port Game:
TCP : 9100-9200,8230-8250,8110-8120
UDP : 28010-28200,27010-27200,39000

Tambahan:
Steam Client
UDP 27000 to 27015 inclusive (Game client traffic)
UDP 27015 to 27030 inclusive (Typically Matchmaking and HLTV)
TCP 27014 to 27050 inclusive (Steam downloads)
UDP 4380
Dedicated or Listen Servers
TCP 27015 (SRCDS Rcon port)
Steamworks P2P Networking and Steam Voice Chat
UDP 3478 (Outbound)
UDP 4379 (Outbound)
UDP 4380 (Outbound)
------------------------------------------------------------------

Port forward Game: Grand Chase Port Game:
TCP : 9300,9400,9700
UDP : 9401,9600,16440-16450

Port forward Game: Garena League of Legend (LOL) Port Game:
TCP : 2080-2099
UDP : 5100

Port forward Game: Fifa Online 3 Garena (FOL3) Port Game:
TCP: 7770-7790
UDP: 16300-16350

Port forward Game: Hon Port Game:
UDP : 9100-9200,11200-11500

Port forward Game: Heroes of Atarsia Port Game:
TCP : 7777,9400

Port forward Game: Idol Street Port Game:
TCP : 2001-2010

Port forward Game: Left4Dead 2 Steam Port Game:
UDP : 4360-4390

Port forward Game: Lineage 2 Port Game:
TCP : 7777,10000,11000,13000

Port forward Game: Lost Saga Port Game:
TCP : 14000-14010
UDP : 14000-14010

Port forward Game: Lune of eden Port Game:
TCP : 8400

Port forward Game: Mircovolt Port Game:
TCP : 13000

Port forward Game: Mercenary ops Port Game:
TCP : 6000-6125

Port forward Game: Modo marble Port Game:
TCP : 28900-28914

Port forward Game: Paradins Hi-Rez (steam) games ports:
TCP : 9000-9999
UDP : 9002-9999

Port forward Game: Point blank Indonesia Port Game:
TCP : 39190-39200
UDP : 40000-40010

Port forward Game: Ragnarok 2 Port Game:
TCP : 7201-7210,7401-7410

Port forward Game: Seal Online :
TCP : 1818

Port forward Game: RF Online Port Game:
TCP : 27780

Port forward Game: Special Force Port Game:
TCP : 27920-27940
UDP : 30000-30030

Port forward Game: WARFRAME (steam) games ports:
UDP : 4950-4955
TCP : 6695-6699

Port forward Game: World of Tanks games ports:
UDP Range 12000-29999, 32801-32825, and UDP 5060, 5062, 3478, 3479, 20014
TCP Range 20000-25000, and TCP 53, 80, 443, 3128, 8081, 8088, 32801, 32803.

Port forward Game: X-shot Indonesia Port Game:
TCP : 7320-7350
UDP : 7800-7850, 30000


PORT GAME MOBILE / GAME HP / GAME SMARTPHONE
==============================================

Port forward Game: FREE FIRE (GARENA) MOBILE
TCP:39003,39698,39779
UDP:10001,10003,10012

Port forward Game: PUBG MOBILE / PUBGM
TCP:10012,17500
UDP: 10010,10013,10039,10096,10491,10612,11455,12235,13748,13894,13972,20000-20002

Port forward Game: MOBILE LEGENDS: BANG BANG (ML)
TCP:5001,5003,9001,30000-30200

Port forward Game: LINE LETS GET RICH MOBILE
TCP:10500-10515

Port forward Game: RULES OF SURVIVAL MOBILE
UDP: 24000-24050

Port forward Game: COC (CLASH OF CLANS) MOBILE
TCP: 9330-9340

Port forward Game: DRAGON NEST MOBILE
TCP:10514

Port forward Game: DOMINO QQ MOBILE
TCP:9122, 11000-11150

Port forward Game: SEVEN KNIGHTS (NETMARBLE) MOBILE
TCP: 12000-12010

Port forward Game: CLASH ROYALE (CRY) MOBILE
TCP: 9330-9340
UDP: 9330-9340

Port forward Game: LAST EMPIRE WAR Z MOBILE
TCP:9930-9940

Port forward Game: MOSTLY MOBILE
TCP:9933

Port forward Game: DREAM LEAGUE SOCCER MOBILE
UDP: 60970-60980

Port forward Game: SHINOBI HEROES MOBILE
TCP:10005-10020

Port forward Game: NARUTO LITTLE NINJA (CHINA) MOBILE
TCP:6170-6180

Port forward Game: RPG TORAM ONLINE MOBILE
UDP:30100-30110

Port forward Game: POINT BLANK MOBILE / PB MOBILE
TCP:44590-44610

Port forward Game: ARENA OF VALOR (AOV) - GARENA MOBILE
TCP:10001-10094
UDP:10080,17000

Port forward Game: Booya Capsa Susun
TCP 7090-7100

Port forward Game: Booya Domino QiuQiu
TCP 7020-7030



PORT GAME WEB / PORT GAME FACEBOOK
==============================================

Port forward Game: Roblox
UDP 49152 - 65535

Port forward Game: League of Angels 2
TCP 51700 - 51715

Port forward Game: Sword of Angels
TCP 15490-15510

Port forward Game: Wild Ones
TCP : 8000

Port forward Game: Warflare
TCP 64990-65010

Port forward Game: 8 Ball Pool (Miniclips)
TCP 4000

Port forward Game: Megarealm: Rise Of Chaos
TCP 26590 - 26600

Port forward Game: eadshot
TCP 1800-1810
UDP1845-1860

Port forward Game: Empire & Allies
TCP 8890


Port forward Game: Texas HoldEm Poker
TCP 9339

Port forward Game: CastleVille
TCP 8890

Perjuangan Semut
TCP 7200-7210,7450-7460

Untuk IP masih menyusul.

Baca Selengkapnya →

Cara Melimit Bandwidth Multi Login hotspot di Simple Queue

Membatasi Profile Hotspot menggunakan Multi Login (1 profile diperkosa rame2) terkadang memusingkan, karena Bandwidth yang di share biasanya tidak menggunakan Total Limit Bandwidth tapi justru malah diberikan bandwidth dengan kecepatan yang sama kepada setiap IP. Sebenarnya ini gak masalah kalau kita menggunakan Mangle dan Queue Tree tapi akan beda cerita jika menggunakan simple Queue.

Sebenarnya cara ini cukup menarik bagi pemain hotspot yang ingin memberikan tambahan akses gratis buat user di cafe atau warnet miliknya dan tentu saja tidak mengganggu user hotspot yang berbayar, karena sudah di limit apa adanya :)

Buat IP Address baru = 10.5.10.1/24 (bebas aja)
IP Pool = 10.5.10.2-10.5.10.254
Interface hotspot [wlan-hotspot] = ganti dengan nama interface hotspot masing2 jika sudah ada yang lama tidak masalah karena memang itu tujuan kita sebenarnya, khan untuk satu interface bisa di set untuk multi IP :)


/ip address
add address=10.5.10.1/24 comment="Login Multi User" interface=[wlan-hotspot] network=10.5.10.0

/ip pool
add name=hs_multi_user ranges=10.5.10.2-10.5.10.254

/ip firewall nat
add action=masquerade chain=srcnat comment="masquerade hotspot network multi login" src-address=10.5.10.0/24

/ip hotspot user profile
add address-pool=hs_multi_user name=multi-user shared-users=10

/ip hotspot user
add name=muser password=12345 profile=multi-user

/queue simple
add max-limit=256k/512k name="Multi User" target=10.5.10.0/24

Jangan lupa untuk drag posisinya paling paling atas simple queue


Baca Selengkapnya →

Script: Mengatasi Kesalahan Passthrough Pada Mangle Mikrotik

Script untuk mengatasi kesalahan passthrough pada mangle mikrotik dengan banyak rule.

note: pastikan kita mengerti kondisi mangle masing2, karena setiap setingan akan berbeda kondisi, disini saya berasumsi secara umum bahwa semua "mark-connection", "mark-routing" menggunakan passthrough=yes dan "mark-packet" menggunakan passthrough=no. Silahkan dicoba..



foreach mrk in=("packet","connection", "routing") do={
foreach i in=([/ip firewall mangle find where action=("mark-" . $mrk)]) do={
:if ($mrk = "packet") do={ 
local cmd ("ip firewall mangle set " . $i . " passthrough=no")
:execute $cmd
}
:if ($mrk = "connection") do={ 
local cmd ("ip firewall mangle set " . $i . " passthrough=yes")
:execute $cmd
}
:if ($mrk = "routing") do={ 
local cmd ("ip firewall mangle set " . $i . " passthrough=yes")
:execute $cmd
}
}
}

Baca Selengkapnya →

Trik Bermain No-Mark Tanpa Mangle di Queue Tree

Bermain no-mark tanpa mangle di Queue Tree lumayan meringankan beban router bagus digunakan untuk hotspot yang gak mau ribet dimangle, trik ini juga bisa digunakan untuk memfilter paket dimangle yang bocor.


/queue tree
add max-limit=10M name=2.Upload packet-mark=no-mark parent=E1-WAN queue= default
add max-limit=10M name=3.Download packet-mark=no-mark parent=E4-LAN queue=default
add max-limit=20M name="1.Total No-mark" packet-mark=no-mark parent=global queue=default

Baca Selengkapnya →
 

Back to Top